Penerbangan ke Kerinci, Jangan di Paksa Lagi


SEINGAT saya, sudah ada beberapa kali penerbangan ke Kerinci dibuka. Dulu, ada Riau Airlines. Tapi, nasibnya kandas di tengah jalan. Alasannya, rugi, tidak profit. Riau Airlines terbang ke Kerinci hanya beberapa waktu saja. Setelah itu, terhenti dan tidak terbang lagi sampai sekarang.

Setelah itu, giliran Sky Aviation buka rute ke Kerinci dan Sungaipenuh. Pembukaan rute pada waktu itu digelar dengan acara cukup meriah juga. Rombongan penerbangan perdana pun disambut bak pahlawan di Bandara Depati Parbo.
Tapi, apa mau dikata, sejak pertengahan Oktober 2011 lalu, Sky Aviation menyatakan diri tidak sanggup alias menutup rute Kota Jambi-Kerinci itu. Alasannya sama, tidak profit alias merugi.
Cucuk cabut, buka tutup rute Kota Jambi-Kerinci ini, sebenarnya sudah bisa diprediksi jauh sebelumnya. Kalau saya tidak salah, beberapa tahun yang lalu, ketika Bupati Kerinci dijabat Fauzi Siin, saya juga sudah pernah menulis kondisi penerbangan Kota Jambi-Kerinci yang tidak menguntungkan.
Siapapun dan apapun jenis penerbangan yang membuka rute itu, untuk saat ini dan mungkin puluhan tahun ke depan, tetap saja akan bernasib sama dengan Riau Airlines dan Sky Aviation itu.
Terus terang, saya bukan tidak setuju ada penerbangan dari Kota Jambi ke Kerinci atau sebaliknya. Saya justru senang ada penerbangan itu sebenarnya. Sebab, itu sebagai salah satu gambaran majunya sebuah daerah.
Akan tetapi, kita perlu berpikir realistis, logis dan ekonomis. Menurut saya, untuk sekian tahun mendatang, secara ekonomis, penerbangan ke Kerinci belum membawa keuntungan signifikan bagi perusahaan penerbangan.
Sebab, pertimbangan utama sebuah perusahaan penerbangan membuka suatu rute ialah potensi calon penumpangnya. Kalau potensi penumpangnya besar, tanpa disuruh-suruhpun pasti mereka buka rute. Ibarat pepatah bilang, dimana ada semut, di situ ada gula.
Lalu, seberapa besar potensi calon penumpang tujuan Kerinci dan Sungaipenuh itu? Ini yang menjadi persoalan utama selama ini. Potensi penumpangnya secara rutin, itu masih sangat kecil. Musim lebaran, dan musim liburan jangan dijadikan patokan utama. Itu sifatnya insidentil, tidak kontinu.
Bagi perusahaan penerbangan, rute yang menguntungkan itu ialah potensi penumpang yang besar secara terus menerus, bukan Minggu besar, Senin sedikit, lalu Kamis besar lagi, bukan begitu yang diharapkan oleh perusahaan penerbangan manapun di dunia ini.
Sebuah daerah tujuan akan memiliki potensi calon penumpang yang besar, tentu harus didukung banyak faktor. Faktor pertama ialah industri besar. Apakah di Kerinci dan Sungaipenuh itu ada industri dalam skala besar dengan jumlah karyawan ribuan dan tenaga ahli yang banyak dari luar daerah? Jawabnya, tentu sangat kurang atau boleh dibilang tidak ada, kecuali perkebunan tehnya.
Faktor kedua, bagaimana dengan sektor pariwisatanya? Satu-satunya yang menjadi unggulan Kerinci dan Sungaipenuh saat ini ialah sektor pariwisata.
Di daerah ini, memang terdapat banyak objek wisata yang menarik, seperti danau, air terjun, pemandian air panas, gunung dan wisata alam lainnya. Apalagi, daerah ini juga didukung oleh udaranya yang sejuk.
Namun, hingga kini sektor pariwisata di Kerinci dan Sungaipenuh masih belum berkembang dengan maksimal. Jumlah kunjungan wisata ke daerah ini masih tergolong rendah. Dengan demikian, mobilitas masyarakat ke Kerinci dan Sungaipenuh pun masih belum maksimal.
Lantas, kenapa sektor pariwisatanya masih belum berkembang maksimal? Tentu, banyak faktornya, antara lain mungkin promosi yang kurang atau faktor pendukung lain yang kurang, misalnya perhotelan, infrastruktur jalan atau faktor lain yang bersifat nonfisik.
Faktor ketiga ialah sektor perdagangan. Salah satu yang membuat suatu daerah dengan mobilitas masyarakatnya yang tinggi ialah sektor perdagangan. Sebab, orang berdagang biasanya akan selalu bepergian dari satu tempat ke tempat lain.
Mobilitas masyarakat yang tinggi ini, tentu membutuhkan transportasi yang cepat, nyaman dan aman. Pertanyaannya adalah sudah seberapa besar kehidupan perdagangan di Kerinci dan Sungaipenuh saat ini?
Jika ketiga faktor di atas berkembang dengan baik, maka pengusaha penerbangan tidak akan berpikir panjang untuk membuka rute penerbangannya. Tanpa didesak-desakpun mereka akan buka rute itu. Yakinlah itu.
Sekarang, pemerintah daerah berencana memberikan subsidi kepada perusahaan penerbangan agar membuka rutenya ke Kerinci dan Sungaipenuh tersebut.
Saya kira, kebijakan ini sangat tidak tepat. Alasannya, subsidi itu jelas hanya dinikmati mereka yang mampu saja. Sebab, mereka yang naik pesawat itu adalah orang-orang yang relatif mampu secara ekonomi. Apalagi, kalau yang naik pesawat itu hanya pejabat. Kok, pejabat disubsidi?
Selain itu, subsidi hanya akan menambah beban APBD atau APBN. Pertanyaannya berapa sih Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kerinci dan Sungaipenuh itu? Setahu saya, PAD kedua daerah ini masih sangat kecil.
Menurut saya, subsidi itu lebih baik digunakan untuk pengembangan sektor lain, seperti memberikan modal bagi lulusan perguruan tinggi yang masih menganggur atau bantuan untuk pengembangan usaha kecil dan pertanian. Atau subsidi itu digunakan untuk memperbaiki jalan yang rusak, memangkas jalan yang berbelok agar lebih lurus.
Sebab, saya yakin, untuk beberapa tahun ke depan–setidaknya selama ketiga faktor itu tidak berkembang dengan baik, maka secara bisnis pembukaan rute ke Kerinci dan Sungaipenuh tetap tidak menguntungkan–sekalipun pesawatnya ganti terus, dari pesawat A ke pesawat B, pesawat B ke pesawat C dan seterusnya. Soalnya, akar persoalannya bukan pada jenis perusahaan penerbangannya.
Karena itu, jangan dipaksakan lagi rute ke Kerinci dan Sungaipenuh itu dibuka. Bukannya saya tidak mau Kerinci dan Sungaipenuh ada pesawat ke sana, tapi untuk saat ini, lebih baik subsidi tersebut digunakan untuk yang lain. (penulis pimpinan Jambi Star)

Penulis : Rhory Andhika ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Penerbangan ke Kerinci, Jangan di Paksa Lagi ini dipublish oleh Rhory Andhika pada hari Selasa, 28 Februari 2012. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Penerbangan ke Kerinci, Jangan di Paksa Lagi
 
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar